Tembak Mati Terduga Begal, 5 Polisi di Sumenep Diperiksa Propam

Seorang pria berinisial HR ditembak mati polisi di Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu (13/3) sore. Video eksekusi terhadap warga Desa Gadu Timur Kecamatan Ganding, Sumenep ini viral di berbagai platform media sosial (medsos).


Melansir Merdeka, Dalam video beredar, seorang pria mengenakan helm posisi tiarap namun masih mengangkat kepala sambil memegang suatu benda dikelilingi sekurangnya 4 orang memegang senjata. Dua di antaranya terlihat menembaki pria yang sudah tidak berdaya itu.

Sekurangnya terdengar lima kali letusan. Tembakan dihentikan setelah pria berbaju kuning memberi isyarat dengan tangannya. Sementara pria yang ditembak terlihat tidak lagi mengangkat kepalanya.

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti pun mengakui adanya peristiwa itu. Ia menjelaskan, HR saat itu diketahui hendak merampas sepeda motor seorang pengguna jalan. Dia mengancam menggunakan sebilah celurit.

Widiarti mengatakan, HR diduga sedang mabuk minuman keras. "Pria yang berinisial HR itu hendak merampas sepeda motor pengguna jalan lainnya, dan korbannya pun berteriak meminta tolong, lalu petugas kami mendatangi lokasi kejadian, dan mendapati pelaku yang tengah memegang sebilah celurit ", ungkapnya.

Anggota Kepolisian yang dimintai tolong warga pun merespons dengan mengepung tersangka. Bukannya menyerah, dia justru mengayunkan celuritnya pada petugas yang hendak menangkapnya.

"HR menggenggam sebilah celurit, bahkan hendak menyerang petugas kami, hingga petugas kami pun melakukan tindakan terukur, yaitu dengan melumpuhkan HR. Namun ketika hendak dilarikan ke RSUD Sumenep, HR telah meninggal dunia di tengah perjalanan," jelas Widiarti.

Mengenai video viral petugas menembaki tersangka meski posisinya sudah tiarap di tanah, AKP Widiarti menjelaskan, Propam Polda Jatim telah turun dan melakukan pemeriksaan pada sejumlah anggota yang ada pada saat kejadian. Lima personel bahkan menjalani pemeriksaan di Polda Jatim terkait hal itu.

"Terkait tindakan anggota di lapangan, kita, tim Propam Polda Jatim sudah turun. Dan saat ini anggota yang viral dalam video itu sudah ditangani Propam Polda Jatim. Kemarin lima anggota yang viral di situ (video) sudah ditangani Polda Jatim," tegasnya.

Widiarti menjelaskan, tim Propam Polda Jatim melakukan investigasi terkait dengan peristiwa itu. Proses pemeriksaan terhadap para anggota kepolisian yang terlibat dalam video masih berlangsung.

Menurut Widiarti, para petugas terpaksa melakukan tindakan tegas lantaran posisi tersangka sudah cukup membahayakan petugas dan warga di sekitar tempat kejadian perkara.

"Pelaku membahayakan korban dan petugas. Perempuan (korban) saat itu sudah ditodong dan teriak-teriak minta tolong. Saat diberi tembakan peringatan untuk melepaskan, tersangka malah mengejar petugas," ujarnya.