Tak Biasa, Raja Ini Dapat Warisan 72 Istri Cantik dari Ayahnya

Warisan diserahkan kepada anak-anak setelah orang tua meninggal. Biasanya berupa rumah atau properti lainnya. Namun, warisan yang didapat raja ini dari ayahnya sungguh tak terduga, berbeda dengan warisan pada umumnya.


Melansir dari Pikiran Rakyat, Raja Abombi II di Provinsi Barat Laut Kamerun. Dia rupanya mewarisi 72 wanita dari ayahnya setelah kematiannya, Mirror melaporkan pada 2016.

Ini mungkin warisan paling aneh yang pernah ada. Karena 72 wanita yang diwariskan kepadanya semuanya adalah istri ayahnya sendiri. Tidak hanya itu, ayahnya Raja Abombi mewariskan lebih dari 500 anak ketika ia meninggal pada tahun 1968.

Alhasil, kini Raja Abumbi II memiliki hampir 100 istri. Karena dia juga sudah memiliki istrinya sendiri selain yang diwariskan ayahnya.

Menurut tradisi di kerajaan tersebut, poligami memang sudah biasa. Ketika raja meninggal, maka penggantinya akan mewarisi istri-istrinya.

Menurut Ratu Constance, istri ketiga Abumbi, para istri tua berkewajiban untuk mewariskan tradisi kepada para istri muda.

"Di belakang pria sukses pasti ada wanita yang sangat sukses dan setia," ucap Ratu Constance melansir dari Mirror.

"Tradisi kami mengatakan bahwa ketika Anda menjadi raja, istri yang lebih tua tetap mewariskan tradisi kepada istri yang lebih muda," katanya.

"Dan juga mengajarkan tradisi itu kepada raja, karena raja pernah menjadi pangeran, bukan raja," ujarnya menjelaskan.

Para ratu di kerajaan itu sendiri biasanya terdidik dan pandai berbicara, sehingga fasih dalam banyak bahasa.

Makanya, penampilan mereka di samping Raja Abumbi telah menjadi bagian dari budaya kerajaan mereka selama ini.

Sementara Raja Abumbi II merupakan raja ke-11 yang menjadi penguasa tradisional kota Bafut dan daerah sekitarnya di Provinsi Northwest, Kamerun.

Istana Kerajaan Bafut, atau disebut Ntoh merupakan daya tarik wisata utama dan terdaftar dalam daftar World Monuments Watch 2006.

Istana tersebut menjadi satu dari 100 situs paling terancam punah yang ditetapkan oleh World Monuments Fund pada tahun 2006.

"Pada masa kolonialisme nilai-nilai lain yang masuk, dari pemerintahan, berbeda dari nilai-nilai tradisional yang kita miliki," kata Raja Abumbi II.

"Oleh karena itu ada konflik terus-menerus antara nilai-nilai tradisional dan nilai-nilai barat modern," ucapnya memberikan keterangan.

"Peran saya untuk memadukan mereka, menemukan jalan ke depan sehingga rakyat dapat menikmati pembangunan dan modernitas tanpa merusak budaya," ujarnya.

"Tanpa budaya, Anda bukan manusia, Anda adalah binatang. Dan oleh karena itu lembaga kepala suku adalah penjamin budaya kita," katanya lagi.

Ketika Mirror melansir berita tentang Raja Abumbi II ini pada tahun 2016, sang raja sudah berkuasa selama 47 tahun.