Modal 'Bismillah' dan Rp 500 Ribu, Penjual Telur Gulung Punya Omzet Rp 200 Juta

Dengan tekad dan ketekunan, pria bernama Yusuf Abdullrahman asal Sukabumi, Jawa Barat ini berhasil merintis bisnis jual telur gulung.

Melansir Merdeka.com, dengan pengetahuan YouTube dan modal awal Rp 500.000, Yusuf mampu membangun usaha kecilnya sendiri dengan 17 cabang di tiga kota besar.

Bahkan, kini ia mampu menghasilkan omzet hingga Rp 200 juta per bulan. Simak ulasan lengkapnya yang dikutip Youtube Money Fighters:

Berawal dari unggahan di channel Youtube Money Fighter, Yusuf Abdullrahman pun menceritakan awal mula bisnis egg roll-nya. Dia mengaku memulai bisnis ini tiga tahun lalu setelah belajar dari video tutorial di Youtube.

"Perkenalkan nama saya Yusuf Abdullrahman saya owner telur gulung raos. Sudah berjalan 3 tahun. Awal mula saya merintis usaha ini bisa dibilang otodidak ya, modal nekat modal dari youtube tapi ya kita kembangkan lagi," kata Yusuf.

Dalam video tersebut, Yusuf mengatakan bahwa dirinya memulai bisnis itu dengan modal uang sebesar Rp500 ribu. Ia pun kemudian memanfaatkan uang yang dimilikinya itu untuk mencoba berjualan dengan gerobak dorong seadanya.

"Awal pertama saya merintis itu saya cuma punya uang Rp500 ribu saya jalankan dengan modal seadanya, kemudian Alhamdulillah seiring berjalannya waktu mulai ada perkembangan di bisnis tersebut. Namun itu juga tidak langsung berhasil perlu waktu saya dulu 1 tahun setengah," ungkapnya.

Di awal merintis bisnis itu, Yusuf mengatakan dirinya pernah mengalami masa sangat sulit pada tujuh bulan pertama sejak memulai bisnisnya. Pada saat itu, ia mengaku pernah mendapat penghasilan hanya Rp2 ribu rupiah sehari.

"Pernah sehari itu cuma dapat Rp2 ribu pernah juga saya omzet satu cabangnya itu cuma Rp5 ribu dengan kondisi saya harus bayar gaji karyawan pada saat itu. Bisa dibilang dulu itu orang-orang menyepelekan saya lah karena itu," ungkap Yusuf.

Tak pantang menyerah, Yusuf pun memutar otak memikirkan bagaimana agar produk telur gulung jualannya bisa diminati pembeli. Ia pun akhirnya membuat inovasi telur gulung dengan berbagai varian. Kini, setiap harinya Yusuf bisa menghabiskan sekitar 15 kilogram telur tiap cabangnya.

Setelah tiga tahun, Yusuf saat ini sudah memiliki 17 cabang yang tersebar di tiga kota besar. Seperti Sukabumi, Cianjur, dan Cirebon.  Setiap bulannya, omzetnya pun kini tembus mencapai ratusan juta.

"Untuk omzet alhamdulillah bulan ini kita tembus di angkat Rp200 juta lebih alhamdulillah," kata Yusuf.

Kedepannya, Yusuf mengatakan ingin terus mengembangkan bisnisnya itu dan membuka cabang di lebih banyak kota di Indonesia. Hal ini sesuai dengan keinginan Yusuf saat pertama kali merintis usaha tersebut. Selain mencari keuntungan untuk dirinya sendiri, ia juga ingin membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi orang lain.