Modal Awal Rp 300 Ribu, Gadis Ini Sukses Raup Ratusan Juta di Usia 21 Tahun

Menjadi seorang pengusaha tidaklah mudah. Mencapai kesuksesan membutuhkan proses dan kesabaran. Semua bisnis yang mapan harus dimulai dari awal.


Seperti wanita cantik asal Bandung, Nadine Fatia. Ia kini menjadi pengusaha sukses di Klang Snacks. Bahkan jajanan telah sukses dijual di luar negeri.

Melansir dari merdeka.com, dengan cara ini, omset hariannya juga sangat bagus. Berikut rekap kisah viral Nadine.

Ketika memulai berjualan basreng dengan nama Raja Ngemil itu berawal dari modal sisa gajinya. Modal awal yang dikeluarkan senilai Rp300 ribu.

Ia tidak menyangka usahanya itu meledak serta membludak di pasaran. Kini ia menjual basreng-basreng tersebut secara online melalui beberapa platform media.

"Dengan modal sisa gaji aku cuma Rp300 ribu. Aku belanja ke pasar ternyata banyak yang suka," ungkap Nadine dalam video yang diunggah dalam saluran Youtube Kawan Dapur.

Banyak sekali yang dilalui Nadine dalam merintis usahanya. Dulunya ia memulai bisnis tersebut di rumahnya sendiri. Dia juga sempat diusir oleh para tetangganya yang mengeluhkan bau menyengat.

Kini ia sudah memiliki tempat sendiri dan tumbuh menjadi pengusaha sukses di usia 21 tahun. Tak main-main, kini Nadine dapat meraup omset ratusan juta setiap harinya.

"Omset perhari kalau misalkan sekarang itu bisa nyampai Rp100 juta perhari," papar dia.

Dia mengungkapkan dalam 1 hari bisa menghabiskan basreng hingga 1 sampai 2 ton. Semua dagangannya langsung habis sehingga tak mengharuskan stock.

Bisnis basreng yang jalani membantu memberikan penghasilan untuk warga sekitar. Sebab dia mempekerjakan mereka yang di PHK karena pandemi.

"Kita ngebantu warga ya, jadi warga dapat penghasilan juga dari motongin. Iya warga sekitar," papar dia.

Setiap harinya, Nadine mampu menjual 2.000 paket basreng. Tak heran jika omzet yang diraup mencapai ratusan juta.

Paket-paket tersebut dikirim ke seluruh pelosok negeri hingga luar negeri. Menurut Nadine orderan luar negeri biasanya ialah orang Indonesia yang bekerja di sana.

"Biasanya sih kita perhari bisa 2.000 paket," timpal dia.