Berapa Hari Lagi Puasa Nisfu Syaban?

Puasa Nisfu Syaban merupakan salah satu amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, istri Nabi, dia sering melakukan hal ini.


عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Artinya: Seperti dinarasikan Aisyah, "Rasulullah SAW sempat puasa beberapa hari hingga kami berpikir dia akan terus melakukannya. Kemudian, Rasulullah SAW tidak puasa selama beberapa hari dan kami mengira dia tidak akan puasa lagi. Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyelesaikan puasa hingga satu bulan kecuali saat Ramadhan, dan aku tidak pernah melihatnya berpuasa sebanyak di bulan Sya'ban." (HR Abu Daud).

Menurut buku Tuntunan Lengkap Rukun Islam & Doa oleh Dr. Moch. Syarif Hidayatullah, puasa Nisfu Syaban ini bermakna puasa di pertengahan bulan Syaban yang jatuh pada 15 Syaban 1443 H. Untuk menentukan waktu puasanya yang tepat, dibutuhkan konversi sistem penanggalan dari Masehi ke Hijriah, sebagaimana yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah telah merilis kalender digital bertajuk Kalender Islam Global 1443 H. Perkiraan konversi kalender didasarkan pada standar Kongres Turki yang dilakukan pada tahun 2016.

Menurut ramalan penanggalan, tanggal 15 Syaban dalam penanggalan Hijriah bertepatan dengan hari Jumat, 18 Maret 2022. Atau, jika dihitung mundur menurut mesin pencari Google, puasa Nisfu Syaban dimulai setelah 28 hari.

Berdasarkan informasi tersebut, umat Islam setidaknya memiliki waktu satu bulan untuk mempersiapkan diri sebelum memulai puasa Nisfu Syaban tahun 2022, dan mengetahui informasi dasar tentang puasa Nisfu Syaban dapat menjadi salah satu langkahnya. Nah, yuk simak ulasan berikut ini.

Shaban adalah waktu terbaik untuk meningkatkan puasa. Penting untuk dicatat bahwa Syaban adalah bulan yang istimewa karena jatuh antara Rajab dan Ramadhan. Lebih lanjut, Rasulullah SAW menyebutkan dalam salah satu haditsnya bahwa puasa adalah ibadah yang benar pada bulan dimana amalan manusia ditinggikan kepada Allah SWT.

قَالَ حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ ‏.‏ قَالَ ‏ "‏ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ ‏"

Artinya: Usamah bin Zaid berkata. "Ya Rasulullah SAW, aku tidak pernah melihatmu berpuasa sebanyak di bulan Sya'ban." Rasulullah SAW berkata, "Ini adalah bulan yang tidak banyak diperhatikan orang-orang antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan saat berbagai amalan diangkat kepada Allah SWT. Aku suka amalanku diangkat saat sedang berpuasa." (HR Imam An-Nasa'i).

Disebutkan juga dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, Rasulullah SAW menganjurkan umat muslim untuk berpuasa di siang hari pada Nisfu Syaban. Kemudian, anjurna mengerjakan salat pada malam harinya.

Meskipun demikian, hukum pengerjaan puasa Nisfu Syaban ini adalah sunnah. Cara mengerjakannya sama seperti melakukan puasa sunnah yang lain. Hanya saja, bacaan niat yang membedakannya dengan puasa lainnya.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnati Sya'bana lillaahi ta'aalaa
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah Ta'ala.

Selain mengamalkan puasa Nisfu Syaban 2022, umat muslim juga dianjurkan mengerjakan amalan lain seperti membaca Al Quran, melakukan salat tasbih, ataupun membaca doa Nisfu Syaban seperti yang diajarkan oleh Rasulullah. Semoga informasi ini memberikan kesempatan bagi detikers untuk menyiapkan diri saat Nisfu Syaban tiba, ya.