Viral, Anak Suku Baduy Ini Punya Ilmu Kebal Tak Bisa Ditembus Jarum Vaksin

Sejak munculnya Covid-19, banyak orang meninggal karena virus tersebut. Maka para ahli mulai meneliti dan mencampurkan berbagai obat sebagai vaksin untuk penyakit tersebut.

Melansir Merdeka, Sekarang vaksin telah dikembangkan, dan orang-orang berbondong-bondong untuk mendapatkannya. Dimulai dari orang tua dan orang dewasa, kini anak-anak menjadi sasaran vaksinasi berikutnya.

Siswa sekolah dasar dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama divaksinasi satu per satu. Namun baru-baru ini, sebuah video yang beredar di Twitter cukup menghebohkan. Betapa tidak, dalam video viral ini, ada seorang siswa sekolah dasar yang tidak mengerjakan vaksin.

Saat petugas kesehatan hendak memasukkan jarum ke kulit lengan anak, jarum tidak bisa masuk. Konon anak tersebut merupakan anak dari suku Badui dan memiliki ilmu kebal. ingin tahu? Sekarang saatnya.

Belum lama ini twitter di hebohkan dengan video yang menjadi viral. Hingga artikel ini ditulis video singkat ini telah ditonton 60 ribu kali.

Bukan tanpa alasan, unggahan akun twitter @alfajri221810 ini memperlihatkan video seorang anak SD yang akan divaksin namun jarum suntik sulit tembus di lengannya.

Bukan tanpa alasan, video ini menjadi viral karena jarum vaksin tak bisa menembus kulit anak tersebut. Dalam video tersebut memang terlihat jika jarumnya tak kunjung masuk ke dalam kulit meski telah di coba berulang kali.

Tak hanya mengunggah video tersebut, akun itu juga menjelaskan jika anak di dalam video tersebut adalah anak suku Baduy Luar yang konon dibekali ilmu kebal oleh orang tuanya. Hal ini ia tuliskan di cuitannya.

“Dinas kesehatan provinsi Banten kesulitan saat suntik vaksin pada anak2 suku baduy luar karena banyak anak2 yg dibekali ilmu kebal oleh kedua orang tuanya,” tulisnya.

Menjadi viral dan telah disaksikan banyak orang, warganet pun berbondong-bondong mengomentari video tersebut. Ada yang serius, ada juga yang menanggapinya dengan candaan.

“Waa brapa taun lalu prnh dikasih ilmu ginian jg sm keluarga tp cuma sebagai contoh dan bukti kl msh exists tp emg ajaib bgt tangan ku di silet2 gak luka sama sekali bahkan kulit mengelupas pun enga. sampe rambut di silet gak bisa putus. tapi habis itu ditarik lagi,” tulis akun @notyorbisnes.

“Bisakah ilmu ini melindungiku dari bakteri penyebab jerawat krn aku sangat butuh,” tulis akun @morvevin2.

“Anaknya udah bagus diksh ilmu kebal. Tp malah diksh ijin buat vaksin. Bingung,” tulis akun @ftrrii1.Belum lama ini twitter di hebohkan dengan video yang menjadi viral. Hingga artikel ini ditulis video singkat ini telah ditonton 60 ribu kali.

Bukan tanpa alasan, unggahan akun twitter @alfajri221810 ini memperlihatkan video seorang anak SD yang akan divaksin namun jarum suntik sulit tembus di lengannya.

Bukan tanpa alasan, video ini menjadi viral karena jarum vaksin tak bisa menembus kulit anak tersebut. Dalam video tersebut memang terlihat jika jarumnya tak kunjung masuk ke dalam kulit meski telah di coba berulang kali.

Tak hanya mengunggah video tersebut, akun itu juga menjelaskan jika anak di dalam video tersebut adalah anak suku Baduy Luar yang konon dibekali ilmu kebal oleh orang tuanya. Hal ini ia tuliskan di cuitannya.

“Dinas kesehatan provinsi Banten kesulitan saat suntik vaksin pada anak2 suku baduy luar karena banyak anak2 yg dibekali ilmu kebal oleh kedua orang tuanya,” tulisnya.

Menjadi viral dan telah disaksikan banyak orang, warganet pun berbondong-bondong mengomentari video tersebut. Ada yang serius, ada juga yang menanggapinya dengan candaan.

“Waa brapa taun lalu prnh dikasih ilmu ginian jg sm keluarga tp cuma sebagai contoh dan bukti kl msh exists tp emg ajaib bgt tangan ku di silet2 gak luka sama sekali bahkan kulit mengelupas pun enga. sampe rambut di silet gak bisa putus. tapi habis itu ditarik lagi,” tulis akun @notyorbisnes.

“Bisakah ilmu ini melindungiku dari bakteri penyebab jerawat krn aku sangat butuh,” tulis akun @morvevin2.

“Anaknya udah bagus diksh ilmu kebal. Tp malah diksh ijin buat vaksin. Bingung,” tulis akun @ftrrii1.