PKS Sebut Formula E Tak Perlu Pawang Hujan, Akan Berdoa Saja kepada Allah

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Ahmad Yani menilai gelaran balap Formula E tak perlu menggunakan jasa pawang hujan. Menurutnya, upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah hujan turun salah satunya dengan berdoa.


"Ya kita di dalam jaman modern seperti ini tentunya pikiran rasionalitas yang kita pakai. Kalau nanti akan ada cuaca hujan bagaimana upaya-upaya rasional yang kita lakukan ya. Kita berdoa kepada Allah SWT," ujar Ahmad Yani kepada wartawan, Senin (21/3/2022).

"Ya saya kira tidak (rasional) ya, ha-ha-ha...," sambungnya.

Melansir detikcom, Dia menyebut masih ada berbagai teknologi modern yang bisa digunakan untuk menangkal hujan. Dia berharap ajang balap mobil listrik yang akan digelar Juni mendatang itu bisa lebih sukses dari MotoGP Mandalika.

"Iya kita berupaya di DKI Jakarta harus lebih sukses daripada MotoGP yang ada," ungkapnya.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta mengatakan digunakan atau tidak pawang hujan perlu disesuaikan dengan prakiraan cuaca nanti.

"Ya jadi saya kira itu kan memang harus disesuaikan dengan musimnya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di kantor Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2022).

Riza mengatakan soal cuaca akan jadi perhatian khusus pada perhelatan balap mobil listrik internasional itu. Dia berharap saat gelaran Formula E berlangsung tidak turun hujan.

"Memang itu jadi perhatian kita ke depan agar event-event internasional di ruang terbuka mudah-mudahan ke depan bisa kita laksanakan tidak di musim hujan. Tapi alhamdulillah (gelaran MotoGP) bisa berlangsung baik," jelasnya.

MotoGP Mandalika sukses digelar. Namun salah satu yang tak kalah jadi sorotan adalah aksi pawang hujan di sirkuit Mandalika.

Pawang hujan juga dihadirkan di Mandalika. Pawang itu bernama Rara Isti Wulandari.

Diketahui, Rara pernah menjadi pawang hujan untuk acara Opening Asian Games 2018. Mengenakan baju warna hitam dan helm proyek, Rara tampak melakukan aksi ritualnya dalam mengusir cuaca buruk.

Pada aksinya, terlihat sesajen berada di sekitar Rara, yang duduk di pinggir sirkuit. Selain itu, Rara melakukan aksi membawa mangkuk sambil menengadah ke arah langit. Rara melakukan ritual tradisional saat sesi latihan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Jumat (18/3).