Minyak Goreng Rp 24.000/Liter, Pengusaha Ngaku Cuma Untung 5%

Harga minyak goreng kemasan premium di pasaran tembus Rp 47.900 untuk ukuran dua liter setelah pemerintah memutuskan mengembalikan harga minyak goreng kemasan ke harga pasar.

Melansir detikcom, Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin menyampaikan pengusaha ritel modern hanya mengambil margin 5% dari modal beli minyak goreng.

"Karena harga belinya sudah segitu. Misalnya harga jualnya Rp 24 ribu per liter, itu untung dan modal cuma 5% untuk pembelian di tanggal 16 ini," ujarnya, kepada detikcom, Rabu (16/3/2022).

Ia menjelaskan harga minyak goreng kemasan bervariasi, tergantung mereknya. Namun, ia menekankan rata-rata peritel hanya mengambil margin 5%.

"Rata-rata peritel, pada umumnya itu hanya mengambil margin 5% dari harga beli kalau minyak goreng, ya, tergantung mereknya," imbuh Solihin.

Kebijakan pemerintah mengembalikan harga minyak goreng kemasan ke harga pasar dan memberikan subsidi ke minyak goreng curah dinilainya tepat.

Dengan begitu, menurutnya, minyak goreng murah akan lebih tepat sasaran ke kalangan masyarakat bawah. Tidak semua golongan bisa menikmatinya.

"Sekarangkan yang disubsidinya minyak goreng curah, kita tahu lah yang beli minyak goreng curah orang-orang tertentu," katanya.

Sementara itu, dengan harga minyak goreng kemasan dilepas ke pasar, kekosongan tidak akan terjadi lagi. Maka, Solihin memprediksi tidak akan ada lagi masyarakat berebut minyak goreng.