Diselidiki BPOM, 6 Merek Kopi Ini Ternyata Mengandung Parasetamol dan Obat Kuat

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (BPOM) telah menemukan bahwa produk kopi mengandung bahan kimia obat (BKO). Produk kopi yang diduga mengandung parasetamol dan sildenafil BKO ditemukan pada Selasa, 22 Februari 2022, sebagai hasil penertiban terhadap fasilitas ilegal yang memproduksi makanan dan obat tradisional yang mengandung BKO di Kota Bandung dan Kabupaten Bogor.

Barang bukti kopi tersebut antara lain:

  • Kopi Jantan
  • Kopi Cleng
  • Kopi Bapak
  • Spider
  • Urat Madu
  • Jakarta Bandung

Melansir Liputan6, Temuan tersebut berdasarkan kegiatan penyelidikan, pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan Kedeputian Bidang Penindakan Badan POM bersama Balai Besar POM di Bandung dan Loka POM Kabupaten Bogor. Dari hasil operasi, secara rinci ditemukan produk jadi berupa 15 jenis (5.791 pcs) pangan olahan mengandung BKO dan 36 jenis (18.212 pcs) obat tradisional mengandung BKO.

Selain itu, ditemukan pula bahan produksi dan bahan baku berupa 32 Kg bahan baku obat ilegal mengandung Parasetamol dan Sildenafil, 5 kg produk ruahan/bahan campuran setengah jadi, cangkakng kapusl serta bahan kemas aneka jenis seperti alumunium foil untuk sachet, karton, plastik, hologram, serta alat produksi sederhana.

Mengenai temuan produk mengandung Parasetamol dan Sildenafil, Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan bahan tersebut dilarang digunakan dalam obat tradisional dan pangan olahan.

"Bahan Kimia Obat merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam obat tradisional dan pangan olahan. Bahan kimia obat seperti Parasetamol dan Sildenafil merupakan bahan yang digunakan untuk produksi obat. Jika tidak digunakan sesuai aturan pakai (dosis), bahan kimia obat ini dapat menimbulkan risiko tinggi dan efek samping yang dapat membahayakan kesehatan," jelas Penny dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/3/2022).

Menurut Kepala Badan Pom, Penny K. Lukito, sildenafil adalah bahan kimia obat untuk meningkatkan stamina terutama bagi kaum laki-laki. Sedangkan, parasetamol dikenal sebagai obat pereda nyeri.

Penggunaan bahan kimia obat Parasetamol dan Sildenafil secara tidak tepat dapat mengakibatkan efek samping yang ringan, berat bahkan sampai menimbulkan kematian. Sementara Parasetamol dapat menimbulkan efek samping mual, alergi, tekanan darah rendah, kelainan darah, dan jika digunakan secara terus-menerus dapat menimbulkan efek yang lebih fatal seperti kerusakan pada hati dan ginjal.

Sedangkan Sildenafil yang berfungsi seperti obat kuat dapat menimbulkan efek samping mulai dari yang ringan seperti mual, diare, kemerahan pada kulit, hingga reaksi yang lebih serius seperti kejang, denyut jantung tidak teratur, pandangan kabur atau buta mendadak, bahkan dapat menimbulkan kematian.