Ngeri! Begal Tebas Tangan Korban Hingga Putus Ternyata Masih 14 Tahun

Polisi bergerak cepat menindaklanjuti perampokan COD (cash on delivery) di Jl Bahari, Tanjung Bruk, Jakarta Pusat. Kasus tersebut mengakibatkan IT korban dipotong dengan sabit hingga 2 jarinya diamputasi.


Pelaku ditangkap tidak lebih dari 24 jam kemudian. Pelaku berinisial FE ternyata masih anak-anak.

Kasus tersebut bermula dari ditemukannya dua jari manusia di Jl Bahari di Tanjung Pruuk, Jakarta Utara. Setelah diselidiki, jari-jari yang terputus milik korban IT

Polisi bergerak cepat dan menangkap salah satu pelaku. Pelaku perampokan ternyata masih anak-anak.

"Pelaku yang kita tangkap usianya 14 tahun. Tentunya ini menjadi keprihatinan kita banyaknya kejahatan kekerasan yang melibatkan pelaku berusia remaja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Jumat (18/2/2022).

Polisi mengungkapkan bahwa total tujuh perampok terlibat pada saat itu. Polisi kini memburu enam pelaku lainnya.

"Enam pelaku lainnya masih dalam pengejaran," jelas Zulpan.

FE berperan mengatur transaksi cash on delivery (COD) dengan korban. Awalnya, korban dan pelaku FE bertemu di lokasi yang disepakati.

"Perannnya dia ini yang hubungan sama pelaku mau COD-an," katanya.

Pelaku merampok korban dengan modus COD. Korban diajak bertemu di suatu tempat, namun kemudian diinterupsi oleh pelaku.

Namun tanpa sepengetahuan korban, beberapa pelaku lain sudah berada di lokasi. Ketika situasi sudah dianggap aman, pelaku lain muncul dan merampok korban.

"Jadi semua ini transaksi biasa aja. Ia memang mau jual handphone. Tapi yang mau beli ini ya itu tadi sistem COD, bawa dulu barangnya, barangnya dibawa memang dia yang datang. Kemudian datang ladi dua temannya, datang lagi lain mengerubungi dia, baru memaksa ya," beber Zulpan.

Acara ini berlangsung pada Kamis (17/2) sekitar pukul 03.30 WIB. Kasus ini terungkap setelah seseorang di tempat kejadian mengalami luka di jarinya.