Rezeki Tak Kemana, Dulu di-PHK Wanita Ini Kini Punya 18 Karyawan

Bagi Rastree, PHK bukan berarti matinya rezeki. Lastri mengajari kami bahwa makanan bisa datang dari mana saja.


Mimpi - PHK bukanlah akhir dari kehidupan. Pemutusan hubungan kerja bukan berarti menghentikan mata pencaharian seseorang. PHK bisa menjadi pintu lain untuk mata pencaharian yang lebih kaya.

Simak cerita Rusty. Dia diberhentikan pada Mei 2016. Namun, Lustry tidak ingin terikat oleh kesedihan kronis. Dia memilih.

Pilihannya tepat, dan Rustelli bergabung dengan Association of Fired Colleagues untuk mendapatkan ide startup. Dari paguyuban inilah muncul ide bisnis kuliner pelelehan gerobak pisang coklat.

" Idenya berawal dari di-PHK. Perkumpulan sesama PHK kita buat ide bagaimana caranya kita tetap bisa menghasilkan uang setelah di-PHK," kata Lastri dikutip dari merdeka.com.

Usaha Lastri membuahkan hasil, usahanya terus berkembang. Kini dia sudah punya delapan outlet pisang cokelat lumer di Jawa Timur.

" Di Batu ada 3 outlet, di Malang ada 5 outlet," tambah dia.

Dari usaha ini, Lastri mampu memberi pekerjaan kepada orang lain. Setidaknya ada 18 pegawai yang hidup dari outlet-outlet pisang cokelat lumer Lastri.

" Outlet sama produksi total kita ada 18 karyawan," tambahnya.

Omzet Lastri pun bukan kaleng-kaleng. Dalam sebulan dia mampu memutar omzet hampir seratus juta rupiah.

" Kita perhari omzetnya bisa Rp5 juta, dikali 30 hari ya kurang lebih omzetnya Rp90 juta," uangkap dia.

Jika ditilik awal membangun bisnis ini, Lastri pantas disebut sukses. Sebab, usaha ini dibangun dengan modal kurang dari dua juta rupiah saja.

" Awalnya dulu modal Rp1,5 juta," ungkap Lastri.

Bagi Lastri, PHK bukan berarti matinya rezeki. Dengan doa dan usaha keras, Lastri telah memberi pelajaran bahwa rezeki bisa datang dari manapun.

" Untuk kalian yang berminat cari usaha kuliner, jangan pantang menyerah. Apalagi untuk karyawan yang habis di-PHK, jangan berpikir pesimis. Kita harus tetap ikhtiar dan yang pasti berdoa," kata dia.