Anies-Ridwan Kamil Disebut Bakal Nyapres, Banyak Netizen Setuju?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meraih dukungan publik tertinggi di Jawa Barat sebagai mitra dalam Pilpres 2024. Hal ini terlihat dari temuan survei yang dirilis SMRC kemarin.

Duo Anies Baswedan dan Ridwan Kamil dianggap rival berbahaya bagi Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. "Berdasarkan temuan elektabilitas tokoh nasional di Jawa Barat, jika Anies dan RK (Ridwan Kamil) menjadi pasangan," kata pengamat politik Universitas Paramadina Hendry Satrio dalam keterangan yang diterima, Rabu, bukan masalah besar."16 /2/2022).

Selain investigasi SMRC, nama Anies Baswedan dan Ridwan Kamil kerap muncul di berbagai badan investigasi lainnya. Bahkan, keduanya selalu duduk di atas. Menurut Hendri Satrio, pendiri KedaiKOPI, Jawa Barat adalah lumbung suara terbesar di tanah air. Dikutip dari jabarprov.go.id. Pada pemilu lalu, jumlah pemilih tetap (DPT) di Jawa Barat mencapai 32,6 juta.

Jika partai politik melihat potensi duet Anies-Ridwan Kamil, pasangan itu akan menjadi ancaman serius bagi Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, yang juga sering bersaing dalam penyelidikan calon presiden, kata Hendri Satrio.

"Kalau kemudian Anies dipasangkan dengan RK ini menjadi pasangan yang bisa menjadi unggulan pada saat Pilpres," kata Hendri Satrio.

"Jadi kesimpulannya yang pertama hati-hati dengan pasangan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil," kata Hendri Satrio menambahkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, SMRC merilis hasil survei kompetensi elektoral tokoh nasional Jabar. Dalam simulasi empat capres tersebut, Prabowo Subianto meraih 21,9 persen, Anies Baswedan 19,3 persen, dan Ganjar Pranowo 17,8 persen. Selain itu, Ridwan Kamil muncul sebagai yang terkuat dengan 22,2% dapat dipilih.

Pada kategori jawaban disukai atau spontan, 43% responden masih menjawab “tidak tahu” atau tidak menjawab. Ridwan Kamil meraih 13%, Anies Baswedan 12,2%, Prabowo Subianto 12% dan Ganjar Pranowo 10%, sedangkan nama lainnya di bawah 3%.

Survei dilakukan dengan metode wawancara dan dilakukan pada tanggal 5-8 Februari 2022 dengan melibatkan 801 responden. Survei ini menggunakan asumsi simple random sampling dengan margin of error sekitar 3,5% dan tingkat kepercayaan 95%.